kehidupan

saat hujan, badai, bahkan saat bumi ini goyah, disaat semuanya suram, d saat kaki tak mampu melangkah, di saat mata tak mampu menatap dunia, orang tua ku selalu membawa aku ketempat terang i love you mamah & i love you ayah

Sabtu, 27 April 2013

kisah kehidupan manusia: lingkaran hitam kehidupan

kisah kehidupan manusia: lingkaran hitam kehidupan: pagi ini ketika aku terbagun teringat akan salah satu seseorang yang membuat aku seperti  ini,,teringat akan pesan yang di beri ketika aku...

lingkaran hitam kehidupan


pagi ini ketika aku terbagun teringat akan salah satu seseorang yang membuat aku seperti  ini,,teringat akan pesan yang di beri ketika aku smp kelas 3, dia adalah  guru ku, biliau pernah bilang hal sederhana yang memberi banyak arti beliau berkata,, jangan pernah masuk dalam lingkaran hitam kehidupan ini, ketika kamu masuk dalam lingkran itu,, sulit untuk mu untuk kembali,
karena lingkaran hitam itu, akan membuat  mu suatu saat jenuh,, dan jangan pernah berada ataupun bertahan dalam lingkaran itu,, dan sekarang aku baru sadar, aku berada dalam lingkaran hitam itu, lingkaran yang membuat aku jenuh, bosan, dan ingin pergi,, setelah aku pergi dan tidak berada dalam lingkaran itu, aku mencari sebuah titik kehidupan yang membuat aku nyaman, dan mengerti aku,, dan ketika ada titik yang ingin aku bersama nya,,disaat itu aku bertahan pada titik itu,,tapi ketika aku bertahan dengan titik itu, titik itu pergi, karena lelah bertahan dengan semua sifat, dan ke egoisan ku, aku tidak bisa seperti yang diamau, aku tidak bisa berfikir dewasa seperti yang diharapkan, saat itu aku  terpuruk, bahkan ngak mau lagi mencari titik kehidupan itu

dan saat aku diam dan berpikir apa yang aku cari?? Jawabnya mencari sebuah titik kehiduapan,, terdiam lagi kehidupan?? 
dan jawabannya  buat apa mencari sedangkan titik kehidupan ku, dari dulu sampe sekarang selalu ada untuk ku, dan selalu bertahan untuk ku,, mereka titik yang selalu abadi,,yaitu  orang tua ku, keluarga ku, dan sahabat-sahabtku,, tapi  bukan berarti aku tidak butuh sebuah titik yang kelak bersama ku ,,entah dimana dia sekrang, siapa dia,entahlah,,  buat sebuat titik kehidupanku yag harus kamu tau My life is my family and you are someone who will bepresent in my family, but I do not know who you are??? show your self, and saythat you will stay for me, and tell me that you love me

                                        
                                         KARYA : DEWI SINTA 24 04 2013 

Sabtu, 06 April 2013

KB STERIL


Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan). Disebut permanen karena metode kontrasepsi ini hampir tidak dapat dibatalkan (reversal) bila kemudian Anda ingin punya anak. Pembatalan masih mungkin dilakukan, tetapi membutuhkan operasi besar dan tidak selalu berhasil.anatomi reproduksi wanita
Para ahli kebidanan banyak merekomendasikan sterilisasi pada wanita yang berisiko tinggi untuk hamil dan melahirkan lagi, misalnya karena beriwayat memiliki komplikasi kehamilan dan melahirkan. Namun, tidak pada mereka yang belum berusia 35 tahun. Pengalaman menunjukkan banyak perempuan yang disterilkan lalu menyesali keputusannya.

Cara Sterilisasi

Tuba falopi adalah saluran sepanjang sekitar 10 cm yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Pada saat ovulasi, sel telur dikeluarkan dari ovarium dan bergerak menuju uterus. Bila ada sperma di tuba falopi, ovum akan terbuahi dan menjadi embrio yang kemudian melekat di uterus.
Dalam pembedahan yang disebut tubektomi, kedua saluran tuba falopi yang menghubungkan ovarium dan rahim (uterus) tersebut dipotong dan ujung-ujungnya ditutup dengan cincin atau dibakar (kauter). Metode lain yang tidak melakukan pemotongan adalah dengan mengikat atau menjepit saluran tuba falopi (tubal ring/tubal clip). Hal ini menyebabkan sel telur tidak dapat terjangkau sperma. Pembedahan biasanya dilakukan dengan pembiusan umum atau lokal (spinal/epidural). Dokter dapat menggunakan alat bantu berupa teleskop khusus yang disebut laparoskop. Teleskop berupa pipa kecil bercahaya dan berkamera ini dimasukkan melalui sebuah sayatan kecil di perut untuk menentukan lokasi tuba falopi. Sebuah sayatan lainnya kemudian dibuat untuk memasukkan alat pemotong tuba falopi Anda. Biasanya, ujung-ujung tuba falopi kemudian ditutup dengan jepitan. Cara yang lebih tradisional yang disebut laparotomi tidak menggunakan teleskop dan membutuhkan sayatan yang lebih besar.
Sterilisasi dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah persalinan atau bersamaan dengan prosedur pembedahan perut yang lain, seperti operasi Caesar.

Efektivitas sterilisasi

Indeks efektivitas sterilisasi (disebut indeks Pearl) adalah 0.1 – 0.4. Nilai ini menunjukkan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan pada 100 wanita yang menggunakan metode kontrasepsi itu selama setahun. Artinya, kurang dari satu kehamilan yang tidak diinginkan dalam setahun per 100-200 wanita yang telah disterilisasi. Pada kasus yang sangat jarang terjadi itu, tuba falopi wanita kembali menyambung setelah dipotong atau ditutup.

Potensi komplikasi

Risiko sterilisasi, seperti halnya operasi lainnya, terutama berkaitan dengan anestesi. Ahli bedah juga dapat tanpa sengaja merusak ligamen peritoneal selama operasi. Jika ligamen peritoneal rusak, produksi hormon pada ovarium menurun dan menopause bisa dimulai dini. Potensi komplikasi lainnya (sangat jarang) adalah kehamilan ektopik dan gangguan menstruasi.
Hormon, gairah seks dan siklus haid seharusnya tidak berubah setelah sterilisasi. Beberapa wanita dan pasangannya bahkan lebih bergairah secara seksual, karena mereka tidak lagi takut dengan kehamilan yang tidak direncanakan.

Tips bagi Anda

  • Sterilisasi masih menjadi kontroversi dari segi agama. Sebagian besar ulama mengharamkan sterilisasi yang tidak memiliki indikasi medis (kehamilan berikutnya membahayakan keselamatan ibu dan bayinya). Bila Anda orang yang taat beragama, sebaiknya mendapatkan nasihat ahli agama sebelum memutuskan untuk mengambil prosedur sterilisasi.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi menyeluruh tentang sterilisasi. Ginekolog Anda dapat menjelaskan jenis operasi yang dilakukan dan risiko-risikonya.
  • Beberapa wanita menderita gangguan emosi dan penyesalan setelah operasi, karena kehilangan peluang hamil lagi. Sangat penting untuk merenungkan masak-masak sebelum membuat keputusan akhir. Jangan memutuskan ketika Anda sedang kalut atau krisis, misalnya setelah keguguran. Bicarakanlah dengan suami Anda tentang operasi ini, konsekuensinya dan alternatif tindakan lain yang mungkin dapat dipertimbangkan. Keputusan jelas terserah pada Anda, tetapi dalam kasus sterilisasi itu adalah final. Rumah sakit biasanya mensyaratkan tanda tangan suami bila Anda akan menjalani operasi ini, tetapi itu bukanlah persyaratan yang wajib.
  • Bila Anda memiliki asuransi kesehatan, baik melalui kantor atau membeli sendiri, polis asuransi Anda mungkin menanggung biaya operasi sterilisasi yang berindikasi medis. Tanyakan pada bagian personalia atau agen asuransi Anda seberapa banyak yang ditanggung dan apa syarat-syaratnya.

Jumat, 29 Maret 2013

SAP


SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Pembahasan                             : Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
Sub Pokok Pembahasan                      : ASI Ekslusif
Sasaran                                                : Ibu nifas
Tempat                                                : Ruang nifas
Hari/tanggal                                        :
Penyuluhan                                         : Dewi Sinta

I.                   Tujuan intruksional umum
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan pada ibu nifas diharapkan mampu  mengetahui tentang Asi Ekslusif

II.                Tujuan intruksional khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan ibu nifas dapat menjelaskan kembali :
a.       Pengertian Asi EKslusif
b.      Manfaat Asi Ekslusif
c.       Cara memberikan ASI eksklusif.
d.      Masalah dalam menyusui.

III.             Materi penyuluhan
a.       Pengertian Asi Ekslusif
b.      Manfaat ASI Ekslusif
c.       Cara memberikan ASI Ekslusif
d.      Masalah dalam menyusui

IV.             Metode penyuluhan
Ceramah

V.                Media
Leaflet







MATERI PENYULUHAN
ASI EKSLUSIF
A.    Pengertian
Menurut WHO, ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada enam bulan pertama    bayi   baru     lahir       tanpa    adanya makanan pendamping lain. Pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan,diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain,walaupun air putih, sampai bayi berumur 6 bulan. Alasan ASI diberikan sampai usia bayi 6 bulan Karena Komposisi ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi apabila diberikan tepat dan benar sampai umur sampai bayi berumur 6 bulan dan Bayi saat umur 6 bulan system pencernaannya mulai matur, jaringan usus bayi sehingga kemungkinan kuman atau protein dapat langsung masuk system peredaran darah yang menimbulkan alergi, pori-pori tersebut tertutup saat bayi berumur 6 bulan.
B. Manfaat  ASI eksklusif
1. Ditinjau dari aspek gizi
a)      Kandungan gizi lengkap
b)     Mudah dicerna dan diserap
c)      Mengandung lipase untuk pencernaan lemak
d)     Mempertinggi penyerapan kalsium
e)      Mengandung zat kekebalan tubuh (imunitas)
2.      Ditinjau dari aspek psikologis
a)      Mendekatkan hubungan ibu dan bayi
b)     Menimbulkan rasa aman bagi bayi
c)      Mengembangkan dasar kepercayaan (Basic sence of trust)
3. Bagi ibu
a)      Mengurangi insiden kanker leher rahim dan kanker payudara
b )   Mempercepat involusi uterus
4. Bagi keluarga
a)      Aspek Ekonomi : hemat karena tidak membeli susu formula dan bayi jarang sakit    sehingga biaya pengobatan dapat dihemat
b)     Aspek kemudahan : tidak perlu mengganggu orang lain
5. Bagi bangsa dan negara
a)      Menurunkan angka kematian dan kesakitan anak
b)     Mengurangi subsidi rumah sakit untuk perawatan ibu dan anak
c)      Meningkatkan kualitas generasi penerus
C.    Cara Pemberian ASI Ekslusif
Dalam memberikan ASI Eksklusif, sebaiknya memperhatikan hal – hal di bawah ini :
1.   Teknik menyusui
Teknik menyusui perlu diperhatikan, karena sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahahankan menyusui dan memperbanyak produksi ASI
2. Posisi ibu menyusui
a)      Duduklah dengan posisi enak dan santai kalau perlu pakailah kursi yang ada sandaran punggung dan lengan
b)     Gunakan bantal untuk mengganjal bayi, agar jarak bayi tidak terlalu jauh dari payudara
3. Memasukkan putting susu
a)      Bila menyusukan mulai dengan payudara kanan, letakkanlah kepala bayi pada siku bagian dalam lengan kanan, badan bayi mengahadap ke badan ibu
b)     Lengan kiri bayi di letakkan di seputar pinggang ibu, tangan kanan ibu memegang pantat / paha kanan bayi
c)      Sanggahlah payudara kanan ibu dengan keempat jari tangan kiri dibawahnya, dan ibu jari diatasnya, tetapi tidak diatas bagian yang berwarna hitam ( aerola mamae )
d)     Sentuhlah mulut bayi dengan putting susu
e)      Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar-lebar
f)      Masukkan putting susu secepatnya kedalam mulut sampai daerah berwarna hitam
4. Melepaskan hisapan bayi
Setelah selesai menyusukan, lepaskanlah isapan bayi dengan cara :
a)      Masukkan jari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut bayi atau
b)     Dengan menekan dagu bayi kebawah
c)      Dengan menutup lubang hidung bayi
d)     Jangan menarik putting susu untuk melepaskannya
5. Menyendawakan  bayi
Setelah hisapan bayi dilepaskan . sendawakan bayi sebelum menyusukan dengan payudara yang lain, dengan cara :
a)      Sandarkan bayi dipundak ibu tepuklah punggungnya dengan pelan sampai keluar sendawa
b)      Bayi ditelungkupkan dipangkuan ibu, sambil digosok punggungnya.
6. Tanda-tanda menyusui yang benar
a)      Bayi cukup tenang
b)     Mulut bayi terbuka lebar
c)      Bayi menempel betul pada ibu
d)     Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu
e)      Seluruh areola tertutup mulut bayi
f)      Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat
g)     Putting susu ibu tidak terasa nyeri
h)     Kuping dengan lengan bayi berada pada satu garis
i)       Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendong
7. Hal-hal yang perlu diingat
a)      Susukanlah bayi dengan kedua payudara secara bergantian
b)      Sebelum menyusui minumlah 1 gelas air putih / teh
c)      Selama menyusui berikanlah perhatian yang penuh pada bayi





D.    Masalah Dalam Menyusui bayi
1.       Asi Kurang
Seringkali ibu merasa produksi ASInya kurang padahal sebenarnya tidak, apalagi bila bayinya sering menangis, ibu tergesa-gesa ingin memberikan tambahan susu formula.
Penanggulangannya :
a)      Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi
b)     Menyusuilah dengan sabar
c)      Menyusui secara bergantian antara kedua payudara
d)     Minimalkan penggunaan alat (misal : dot) karena akan membingungkan bayi dan akhirnya mengurangi rangsangan untuk memproduksi ASI
2.       Bayi Bingung Putting
Bayi yang mendapatkan susu formula bergantian dengan ASI akan mengalami nipple confusion sehingga waktu menyusu ibunya sering terputus-putus bahkan kadang-kadang menolak menyusu ibunya.
Penanggulangan :
a)      Ibu harus mengusahakan pemberian ASI eksklusif
b)     Menyusui dengan cara yang benar
c)      Menyusui lebih lama dan sering
3.       Payudara Bengkak
Pada hari-hari pertama, seringkali menyusui kurang efektif sehingga ASI mengumpul di dalam payudara, menekan pembuluh darah dan saluran limfe. Hal ini mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan nyeri.
Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah :
a)      Susui bayi segera setelah bayi lahir
b)     Susui menurut kehendak bayi, jangan dijadwalkan
c)      Susui bayi dengan menggunakan tehnik menyususi yang benar
d)     Keluarkan sisa ASI dengan tangan atau pompa
Penanggulangan :
a)      Bayi disusukan untuk menghindari pembengkakan
b)     Berikan kompres dingin untuk menguragi nyeri
c)      Lakukan pengurutan atau massage payudara

4.       Putting Susu Nyeri Atau Lecet
Rasa nyeri timbul karena waktu menyusui hanya putting susu yang masuk ke dalam mulut bayi sedangkan areola tidak masuk mulut. Disamping itu juga disebabkan karena perawatan yang tidak benar pada payudara.
Penanggulangan :
a)      Lakukan tehnik menyususi yang benar
b)     Menyususi pada payudara yang tidak lecet
c)      Jangan membersihkan putting dengan sabun atau alcohol